Minggu, 01 November 2009

ASAL MULA PUTERA ALTAR

Di Roma, sekitar tahun 250, agama kristiani dilarang di sana, bahkan Kaisar Valerianus memerintah polisi Roma untuk mencari orang-orang yang percaya kepada Kristus untuk ditangkap, disiksa dan dibunuh. Meski banyak orang kristiani banyak yang terbunuh, tetapi banyak murid-murid Kristus yang tetap setia tidak mau mempersembahkan korban kepada para berhala Romawi. Dalam situasi semacam itu, orang-orang kristiani hanya berani berkumpul pada malam hari di “katakomba”, yaitu teras kuburan bawah tanah membentuk gang yang panjang dari beberapa kuburan dalam satu gua. Di sana pulalah orang-orang kristiani biasa melakukan Ekaristi atau Misa.

Pada waktu itu, ada seorang pemuda kristiani yang setiap pagi, sebelum fajar menyingsing dengan riang gembira menuju ke tempat tersebut dengan berjalan kaki melintasi lorong-lorang kota Roma untuk melayani imam merayakan Ekaristi. Suatu pagi seperti biasa, Tarsisius ke sana untuk melayani imam merayakan Ekaristi. Hari itu Paus sendiri yang mempersembahkan Ekaristi, namun orang yang hadir hanya sedikit, sebab beberapa hari yang lalu, banyak orang kristiani yang ditangkap. Beberapa orang terpaksa menyelamatkan diri ke luar kota.


Orang yang hadir pada saat itu adalah orang yang selamat dari pencarian dan pengeledahan polisi Roma saat itu. Selesai Misa, Tarsisius tidak segera pulang, ia membantu mengatur alat-alat Misa. Tarsisius mendengar Paus mengeluh: “Kemarin seorang petugas penjara datang ke mari dengan diam-diam. Ia mengatakan, bahwa saudara-saudara kita yang dipenjarakan ingin sekali menyambut Tubuh Kristus sebelum mereka dibunuh. Tetapi banyak imam sudah ditangkap. Saya sendiri tidak bisa ke sana, sebab saya sudah dikenal. Mana bisa kami mengabulkan permohonan mereka?”

Tarsisius langsung menghampiri Paus, katanya: “Kenapa Bapa Suci tidak mengutus saya? Saya tidak akan dicurigai.” Paus langsung menjawab: “Jangan nak, kamu masih terlalu muda. Tugas itu terlalu berbahaya untukmu!” Tarsisius tetap bertekat untuk membantu, katanya: “Tetapi setiap pagi saya datang ke mari, Santo Bapa, saya satu-satunya pelayan Misa yang selalu datang. Saya tidak takut. Apalagi hari masih pagi, jalan juga masih sepi.” Melihat semangat itu, Paus akhirnya menyetujui, kata: “Baiklah, kamu boleh coba, tetapi hati-hatilah!”


Paus berlutut dengan hormat ke depan altar, mengambil beberapa Hosti Suci dan dimasukan dalam sebuah kota kecil yang terbuat dari emas. Kota kecil itu dikalungkan dengan tali di leher Tarsisius yang berlutut di hadapan Paus. Tarsisius segera menutupinya dengan “toga”, yaitu semacam mantol, yang dipakainya.

Tarsisius segera berangkat. Ia memagangi kotak emas itu erat-erat di bawah toga supaya jangan hilang. Hatinya berdebar-debar. Ia merasa bahagia atas kepercayaan yang diberikan kepadanya oleh Paus sendiri. Dalam hati ia berdoa kepada Yesus, yang sedang di bawanya untuk menghibur para tawanana.

Tapi tanpa disangka-sangka, hari itu beberapa teman Tarsisius telah bangun pagi dan berjalan-jalan. Seorang temannya melihat Tarsisius terburu-buru menghampirinya dan bertanya: “Hai, Tarsisius pagi-pagi begini kamu mau pergi kemana? Kok terburu-buru?” Tarsisius tidak menjawab. Seorang teman Tarsisius yang menyusul bahunya dan bertanya: “Kamu kok tidak seperti biasa, ada apa? Apa yang kamu bawa di bawah toga itu?” Seorang teman malah mencoba menari toga Tarsisius. Toga Tarsisius tersingkap, dan kota emas Hosti Suci terlihat. Temannya yang mengenali benda itu, berkata: “Lihat, sepertinya ia membawa sesuatu dari orang kristiani kepada itu!” Teman-teman Tarsisius mulai berteriak serentak: “Serahkan barang itu, Ayo cepat! Berikan pada kami atau kami ajar!” Tarsisius tidak berkata sepatah katapun, ia juga tidak menyerahkan kotaknya. Kotak itu justru dipertahankan sekuat tenaganya. Ia tidak ingin menyerahkan Tubuh Tuhannya keapda teman-temannya yang tidak beriman itu.
Karena keteguhan hati Tarsisius, teman-temannya menjadi jengkel dan mulai memukul, menendang bahkan melempari Tarsisius dengan batu. Tapi tetap saja kotak itu tidak dilepaskan oleh Tarsisius. Seorang teman Tarsisius sangat jengkel, akhirnya mengayunkan pentung dan memukul kepala Tarsisius. Tarsisius terpelanting jatuh mengucurkan darah. Tepat saat itu suara keras menegur mereka: “Apa yang kalian perebutkan!” diikuti munculnya seorang polisi menghampiri mereka. Teman-teman Tarsisius ketakutan, mereka melarikan diri meninggalkan Tarsisius yang tergeletak bersimbah darah.

Polisi itu menghampiri Tarsisius. Ketika Tarsisius mengenali wajah itu tersenyum. Polisi itu seorang kristiani. Dengan sisa tenaganya Tarsisius menyerahkan Sakramen Mahakudus kepada Polisi itu. Si Polisi mengangguk mengerti. Tanpa mengatakan apapun, polisi itu menerima kotak berisi Sakramen Mahakudus tersebut dan mengalungkan dilehernya sendiri. Si Polisi lalu mengangkat Tarsisius dengan hati-hati dan membawanya ke sebuah rumah orang kristiani terdekat dan meninggalkannya di sana. Setelah itu, si Polisi segera pergi ke penjara dan menerimakan Komuni Suci secara diam-diam kepada para tawanan.

Tidak lama kemudian, Tarsisius meninggal. Luka-luka yang dideritanya terlalu parah. Ia dimakamkan di katakomba Kalikstus, di jalan Apia, dekat makam para Paus. Tarsisius adalah seorang putera altar, yang pada zaman itu dinamakan secara resmi: seorang akolit. Ia seorang putera altar yang menghorbankan hidupnya demi Ekaristi kudus. Karena teladan perjuangannya itu, ia dipilih sebagai pelindung para putera altar. Martir suci yang diperingati setiap tahun pada tanggal 15 Agustus

Rabu, 21 Oktober 2009

Kegiatan Rohani

Misdinar Sampangan mempunyai kegiatan setiap tahunnya.

Yaitu, :

1. Rekoleksi

2. Retreat

3. Kunjungan Seminari

4. Rosario

Ini adalah kegiatan” rohani yang dilakukan misdinar sampangan pada setiap tahunnya, kegiatan ini dilakukan agar misdinar tidak jenuh, memiliki pandangan lain tentang kehidupan rohani, dan memberikan bekal serta pegalaman Rohani bagi diri mereka masing”.

Kegiatan rutin misdinar salah satunya Doa Rosario yang dilaksanakan pada Bulan Rosario dan waktu – waktu tertentu, Doa Rosario ini bertempat di rumah” anggota misdinar yang ditunjuk secara bergantian dan rangkaian Doa rosario ditutup di Gereja Sampangan atau Goa Maria.

Kegiatan seperti Rekoleksi, Retreat, Kunjungan Seminari merupakan pilihan kegiatan misdinar dan hanya dapat dilakukan Setahun 1 x, mengingat biaya untuk mengadakan kegiatan seperti itu sangatlah mahal.

Untuk lebih lengkapnya bagaimana kegiatan itu dapat berjalan dan apa saja yG dilakukan Misdinar Sampangan??? Kita liHat Yg satu ini.

EvenT

Misdinar mempunyai beberapa prestasi dalam event PORSENI SeKevikepan Semarang.

Porseni bukan merupakan ajang kompetisi dan mencari juara saaja, selain itu juga dapat sebagai ajang mencari teman seiman dan bertukar pikiran. Karena di setiap Paroki mempunyai ciri khas dan berbagai kegiatan unik tersendiri.

Mulai dari PORSENI Ke-2 tahun…….. yang diadakan di ……. Tanggal ….. misdinar memperoleh beberapa piala dari berbagai perlombaan yang dipertandingkan yaitu meliputi……….

PORSENI Ke-3 tahun…….. yang bertempat di Paroki katedral selama 3 hari 2 malam. Di situ para peserta menikmati suasananya karena kami semua peserta porseni tidur dalam Tenda (Kayak Kemah Pramuka ya, Hehhe) tapi asyik bgt lho.. Disitu misdinar sampangan memperoleh beberapa piala yaitu Juara 1 lomba Sepakbola mini (TIM), Juara 1 Sepeda lambat (Sdr. Agus), Juara 1……. Dengan begitu kami misdinar sampangan dinobatkan sebagai JUARA UMUM PORSENI Ke-3.

PORSENI Ke- 4 tahun …….yang bertempat di Paroki St. Paulus MIKI Salatiga selama 3 hari 2 malam. Kali ini berbeda kami menginap di ruang kelas yang di sediakan oleh panitia untuk tidur. Di sini misdinar mendapatkan juara ……

PORSENI Ke-5 Tahun ……. Yang bertempat di Paroki Tanah Mas yang menggunakan sekolah Teresiana tanah Mas. Di sini kami juga menggunkan ruangan kelas yang disediakan panitia untuk tidur. Di sini misdinar sampangan mendapat Juara II catur (Sdr. Koso), Juara………….

PORSENI Ke- 6 Tahun …… Yang Bertempat di Paroki Kudus. Disini Misdinar Sampangan Harus bergabung dengan Paroki katedral di karenakan pembatasan jumlah peserta.. Di sini kami juga menggunkan ruangan kelas yang disediakan panitia untuk tidur. Misdinar sampangan Dinobatkan Sebagai misdinar yang Berhati ( Sdr. Wahyu).


Itulah akhir dari perjalanan Porseni Misdinar Sampangan, Kapan Lagi misdinar Sampangan Bisa ikut kegiatan Porseni Ya????? Heeeeee


~ Semangat dan Berkembanglah Terus Misdinar Sampangan ~

About Missdinar sampangan…....




Hohoho….ho. dalam sebuah gereja pastilah ada seorang imam (ROMO), Prodiakon, Lektor, Misdinar yang tidak bisa dipisahkan dalam suatu tata perayaan ekaristi (MISSA). Pasti kita sudah banyak tau misdinar, tapi kita coba cari tau misdinar itu apa dan tugasnya itu ngapain yaw??? Heheh

Misdinar berasal dari bahasa Belanda (yang berarti 'asisten misa' dari Bahasa Belanda misdienaar) yang artinya mereka yang membantu Imam saat mengadakan Perayaan Ekarist.

Tugas misdinar antara lain membantu Imam, mengantar persembahan, dan menjadi panutan umat. Setiap Misdinar baru akan datang Pertahunnya tentu saja melalui seleksi dan latihan / Training dari senior angkatan sebelumnya. Misdinar juga bertujuan selain membantu dalam perayaan ekaristi juga untuk memperkuat iman pribadi dalam kegiatan-kegiatan pengembangan pribadi seperti LDK (Latihan Dasar Kepemimpinan), Retret, Out Bond, dan tidak Lupa Wisata Rohani. Tentu saja organisasi Misdinar tidak kalah maju dan pentingnya bagi anak anda dalam pengembangan iman katholik.

Kita pasti sudah mengetahuinya, siapa santo pelindung Misdinar??? Betul. Jawabnya adalah santo Tarsisius, bagi yang belum mengetahuinya mari kita sedikit flass back sebentar ke belakang dan sekaligus mengingatkan kita, Siapa santo tarsisius..??

Tarsisius adalah seorang putera altar, yang pada zaman itu dinamakan secara resmi: seorang akolit. Ia seorang putera altar yang menghorbankan hidupnya demi Ekaristi kudus. Karena teladan perjuangannya itu, ia dipilih sebagai pelindung para putera altar. Martir suci yang diperingati setiap tahun pada tanggal 15 Agustus. (untuk Lebih lengkapnya kit abaca di “ASAL MULA PUTERA ALTAR”.

Misdinar sampangan sendiri mempunyai Tag Line (semboyan) WE ARE THE BEST WITH JESUS. Yang mana kita harus memberikan dan melakukan yang terbaik buat TUHAN JESUS, bukan hanya dalam kehidupan gereja/misa saja tapi diluar itu juga kita harus berikan yang terbaik.. dari dulu sampai sekarang misdinar merupakan suatu kelompok organsasi yang solid / kompak, seperti saudara sendiri.. misdinar juga mempunyai salam dan cara berjabat tanggan sendiri yang unik, yang merupakan ciri khas misdinar sampangan itu sendiri..


1 Petrus 5:7......
"Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu".
Terimakasih
GBU


"NASIB" adalah KATA DALIH untuk seseorang yang tidak berhasil mencapai KEMENANGAN

Hati si pemalas penuh keinginan,tetapi sia-sia, sedangkan hati orang rajin diberi kelimpahan. (Amsal 13:4)

CINTA ADALAH HASIL DARI PERILAKU

Marilah kita mengasihi bukan dengan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran. I Yohanes 3:18



Ajari Aku Cara Berdoa
Posted on Senin, 10 Agustus, 2009 by saatteduh

Tolong ajarkan saya, ya Tuhan.
Saya ingin tahu bagaimana berdoa dengan tepat.
Saya butuh beberapa kata-kata, mana yang benar?
Tolong beritahu saya apa yang harus dikatakan.
Saya harus menundukkan kepala, saya harus berlutut atau saya harus berdiri tegak?
Saya harus menutup mata saya, saya harus mengangkat tangan saya, atau haruskah saya melipat tangan?
Apakah saya harus berdiri? Atau harus duduk?
Ya Tuhan … manakah yang Kau sukai?
Apakah lampu harus dinyalakan? Atau dimatikan?
Mungkin pakai lilin?
Apakah saya harus berbisik atau berteriak?
Apakah saya harus mengutip dari firman Tuhan?
Bagaimana dengan masalah waktu?
Apakah Kau lebih suka fajar?
Apakah saya harus berdoa dengan cepat atau lambat?
Lebih baik pendek … atau panjang?
Saya masih baru dengan ini, bagaimana aturannya Tuhan?
Saya ingin melakukannya dengan benar.
Bagaimana saya tahu Kau mendengarkan.
Dan memandang saya?

Dan ketika saya duduk dengan tenang menanti jawabNya, saya mendengar sebuah suara berkata, “Oh, anakKu yang kukasihi. Apakah kau berpikir bahwa Aku sungguh-sungguh peduli mengenai waktunya, mengenai cara berdiri, atau berlutut saat kau berdoa?”
“Aku tidak peduli sikapmu atau tempat yang kau pilih. Bukalah jiwamu bagiKu. Aku tidak punya peraturan lain. Beritahu Aku apa yang ada dalam hatimu. Dan beritahu apa yang kau cari. Beri tahu aku kesedihanmu. Dan segala hal yang membuatmu lemah. Bicara padaKu secara pribadi. Tentang kekuatiranmu yang terbesar. Aku tahu perbuatanmu, kamu tak perlu untuk membual. AnakKu, kamu tidak memerlukan pelajaran. Hanya bicaralah padaKu tiap hari. Katakan padaKu apa pun yang ingin kau katakan. AnakKu tersayang, setiap orang dapat berdoa.”

Minggu, 18 Oktober 2009

Home



WELCOME To MISSDINAR Santo Paulus Sampangan


Misdinar St. Paulus Sampangan atao sering sering disebut Misdinar sampangan ini bermarkas di Gereja st Paulus sampangan Jl. menoreh utara raya no 5 – 7, semarang. Gereja merupakan sebuah setasi kecil dari paroki Katedral Semarang, tapi walaupun Cuma stasi gereja ini memiliki banyak kaum muda yang kompeten dengan berbagai macam dan segudang kegiatan yang tidak kalah dengan kaum muda di paroki” laen.

Blog ini dibuat dengan tujuan sebagai sarana elektronik untuk dapat saling mengenal misdinar antar paroki ataupun stasi, dan secara khusus sebagai sarana komunikasi antar misdinar sampangan sendiri. Bila ingin memberikan kritik/ saran/ tanggapan dipersilahkan, semoga kritik/ saran/ tanggapan dapat membangun misdinar sampangan menjadi lebih baik. Mau tau pa adja yang dilakukan misdinar sampangan????? Mari kita lihat lebih jauh di Kategori (klik disebelah kanan), MOnggo


TUHAN MEMBERKATI

$$$$$$$

Link2Communion.com FellowEquality.com ComeOnGain.com VibrantVitalities.com BraveVolitation.com